Edukasi Masyarakat Menuju Lingkungan Bebas Rokok di Desa Lambangan Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai
Public Education Towards a Smoke-Free Environment in Lambangan Village, Pagimana District, Banggai Regency
DOI:
https://doi.org/10.51888/maleo.v4i1.348Keywords:
Kawasan tanpa rokok, edukasi kesehatan, perilaku hidup sehat, masyarakat desaAbstract
Kebiasaan merokok di lingkungan masyarakat pedesaan masih menjadi tantangan dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya merokok serta mendorong terbentuknya kawasan bebas rokok di Desa Lambangan, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test terhadap 50 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dari 36% menjadi 88% pada kategori “baik”, serta munculnya inisiatif warga untuk menetapkan balai desa dan posyandu sebagai area bebas rokok. Program ini efektif meningkatkan kesadaran masyarakat dan diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan desa tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Smoking in rural communities remains a challenge in maintaining public health and creating a clean and healthy environment. This community service program aims to increase public knowledge and awareness of the dangers of smoking and encourage the establishment of smoke-free areas in Lambangan Village, Pagimana District, Banggai Regency. The implementation method included interactive outreach, group discussions, and evaluation through pre- and post-tests with 50 participants. Results showed an increase in community knowledge from 36% to 88% in the "good" category, as well as the emergence of community initiatives to designate village halls and integrated health posts (Posyandu) as smoke-free areas. This program effectively raised public awareness and is expected to form the basis for developing village policies on Smoke-Free Areas (KTR).
References
WHO. (2020). WHO report on the global tobacco epidemic. Geneva: World Health Organization.
WHO. (2021). Tobacco control policies. Geneva: World Health Organization.
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Laporan Nasional Perilaku Merokok di Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.
Nurjanah, S., dkk. (2020). Pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan bahaya merokok. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Sari, A., & Putri, R. (2019). Metode penyuluhan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat. Jurnal Promosi Kesehatan.
Arifin, M., dkk. (2021). Efektivitas penyuluhan interaktif terhadap perilaku kesehatan masyarakat. Jurnal Ilmu Kesehatan.
Fong, G. T., dkk. (2019). Evaluating the effectiveness of smoke-free policies. Tobacco Control Journal.
Tan, Y., dkk. (2021). Public compliance with smoke-free environments. International Journal of Public Health.
Rahman, A., dkk. (2021). Edukasi bahaya merokok di masyarakat pedesaan. Jurnal Kesehatan Lingkungan.
Fitriani, D., dkk. (2022). Dampak penyuluhan kawasan tanpa rokok terhadap masyarakat. Jurnal Kesehatan Komunitas.
Susanti, R., dkk. (2020). Implementasi kawasan tanpa rokok di sekolah. Jurnal Pendidikan Kesehatan.
Kurniawan, A., dkk. (2022). Efektivitas program bebas rokok di fasilitas umum. Jurnal Kebijakan Kesehatan.
Wahyuni, N., dkk. (2021). Peran komunitas dalam keberlanjutan program kesehatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia.
Astuti, P., dkk. (2019). Dampak sosial kawasan tanpa rokok di masyarakat. Jurnal Sosiologi Kesehatan.
Pratama, Y., dkk. (2020). Norma sosial baru dalam lingkungan bebas rokok. Jurnal Ilmu Sosial dan Kesehatan.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2025 Salsabilah Samadi, Bambang Dwicahya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



