Program Penyuluhan Masyarakat dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Desa Lambangan Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai
Community Education Program in Dengue Hemorrhagic Fever Prevention in Lambangan Village, Pagimana District, Banggai Regency
DOI:
https://doi.org/10.51888/maleo.v4i1.350Keywords:
DBD, penyuluhan kesehatan, edukasi masyarakat, 3M PlusAbstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting, terutama di daerah tropis seperti Indonesia. Desa Lambangan termasuk wilayah yang memiliki faktor risiko tinggi, seperti banyaknya genangan air, rendahnya penggunaan kelambu, dan kebiasaan menyimpan pakaian tergantung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Desa Lambangan dalam pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Metode yang digunakan adalah penyuluhan edukatif partisipatif disertai evaluasi pre-test dan post-test terhadap 50 peserta. Materi yang diberikan mencakup pengenalan DBD, cara penularan, serta penerapan gerakan 3M Plus. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dari 46% menjadi 78% (kategori baik), dan sikap positif terhadap perilaku pencegahan mencapai 100%. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan DBD dan diharapkan berlanjut melalui pembentukan Peraturan Desa tentang pengendalian vektor.
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a significant public health problem, particularly in tropical regions like Indonesia. Lambangan Village is an area with high-risk factors, such as frequent standing water, low mosquito net use, and the habit of hanging clothes. This community service activity aims to increase the knowledge and awareness of the Lambangan Village community regarding dengue fever (DHF) prevention. The method used was participatory educational outreach, accompanied by pre- and post-test evaluations for 50 participants. The material provided covered an introduction to dengue fever, its transmission methods, and the implementation of the 3M Plus movement. The activity results showed an increase in community knowledge from 46% to 78% (good category), and positive attitudes towards preventive behavior reached 100%. This activity was effective in increasing community understanding of dengue fever prevention and is expected to continue through the establishment of a Village Regulation on vector control.
References
WHO. (2022). Global dengue guidelines. Geneva: World Health Organization.
Kementerian Kesehatan RI. (2023). Laporan Tahunan Kasus DBD di Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.
Bambang Dwicahya. (2020a). Edukasi kesehatan masyarakat dalam pencegahan penyakit menular. Jurnal Kesmas Untika.
Fitriani, D., dkk. (2021). Efektivitas penyuluhan kesehatan dalam pencegahan DBD. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia.
Bambang Dwicahya. (2021a). Peran pendidikan kesehatan berbasis komunitas dalam pencegahan DBD. Jurnal Pengabdian Masyarakat.
Rahman, A., dkk. (2019). Implementasi 3M Plus dalam pengendalian DBD di daerah endemis. Jurnal Epidemiologi Indonesia.
Bambang Dwicahya. (2022). Strategi pengendalian vektor berbasis masyarakat. Jurnal Kesehatan Lingkungan.
Astuti, P., dkk. (2020). Budaya gotong royong dan kesehatan lingkungan. Jurnal Sosial Kesehatan.
Wahyuni, N., dkk. (2021). Faktor sosial budaya dalam keberhasilan program pencegahan DBD. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Bambang Dwicahya. (2020b). Gotong royong sebagai strategi pencegahan DBD. Jurnal Pengabdian Maleo.
Focks, D. (2003). A review of entomological sampling methods for Aedes aegypti. WHO Special Programme.
Erlanger, T. E., dkk. (2008). Past, present, and future of dengue vector control. Tropical Medicine & International Health.
Susanti, R., dkk. (2022). Kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan DBD. Jurnal Kebijakan Kesehatan.
Bambang Dwicahya. (2023). Model intervensi partisipatif pencegahan DBD. Jurnal Pengabdian Masyarakat.
Bambang Dwicahya. (2021b). Perdes berbasis kesehatan lingkungan. Jurnal Kebijakan Publik dan Kesehatan.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2025 Iin yulfarisna, Bambang Dwicahya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



