Pola Hidup Penderita Hipertensi di Desa Duata Karya Kecamatan Masama Tahun 2021

Lifestyle of people with hypertension in Duata Karya Village, Masama district in 2021

Authors

  • pipin kumalasari Luwuk Banggai
  • Marselina Sattu Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk Banggai
  • Mirawati Tongko Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk Banggai
  • Ramli Bidullah Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk Banggai
  • Nurhendra Gunawan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk Banggai
  • Muhammad Syahrir Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk Banggai

DOI:

https://doi.org/10.51888/phj.v12i2.81

Keywords:

Hypertension, lifestyle, risk factors

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik sedikitnya 140 mmHg dan tekanan diastolik sedikitnya 90 mmHg. Sesuai dengan data di wilayah kerja Puskesmas Tangeban Kecamatan Masama tahun 2020, bahwa Desa Duata Karya merupakan satu-satunya Desa yang penyakit hipertensi tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola hidup penderita hipertensi di Desa Duata Karya Kecamatan Masama menggunakan jenis penelitian deskriptif, menggunakan total sampling. Pengumpulan data berdasarkan data primer dan data sekunder. Pengolahan data menggunakan program SPSS. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan di sajikan dalam bentuk tabel yang menggambarkan penyajian data dalam bentuk distribus frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko tidak dapat di modivikasi yaitu jenis kelamin responden terbanyak pada jenis kelamin perempuan (59,8%), umur terbanyak adalah golongan umur 61 tahun keatas (58,5%), faktor risiko keturunan sebagian besar responden tidak memiliki keturunan (43,9%), dan untuk faktor risiko yang dapat di modivikasi mendapatkan hasil bahwa penggunaan kontrasepsi oral sebanyak  (6,5%) responden dan kontrasepsi terbanyak yang digunakan adalah kontrasepsi jenis spiral sebanyak  (54,3%), faktor risiko konsumsi garam lebih pada responden sebanyak 71 responden (86,6%), faktor risiko konsumsi kopi sebagian besar mengkonsumsi kopi (84,1%). Untuk itu di harapkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup dengan mengurangi konsumsi garam berlebihan, tidak mengkonsumsi alkohol, dan mengurangi konsumsi kopi

Hypertension is an increase in systolic blood pressure of at least 140 mmHg and diastolic pressure of at least 90 mmHg. In accordance with the data in the working area of Tangeban Health Center masama subdistrict in 2020, that Duata Karya Village is the only village with the highest hypertension disease. This study aims to find out the lifestyle of people with hypertension in Duata Karya Village masama subdistrict using a type of descriptive research, using total sampling. Data collection based on primary data and secondary data. Data processing using the SPSS program. The analysis in this study uses univariate analysis and is presented in the form of a table that describes the presentation of data in the form of frequency distribution. The results showed that the risk factors that cannot be modivikasi are the sex of the respondents mostly in the female sex (59.8%), the most age is the age group 61 years and above (58.5%), the risk factors of heredity most of the respondents do not have offspring (43.9%), and for risk factors that can be modivikasi get the result that the use of oral contraceptives as much as (6.5%) respondents and the most contraceptives used are spiral type contraceptives se many (54.3%), risk factors for more salt consumption in respondents as many as 71 respondents (86.6%), risk factors for coffee consumption mostly consumed coffee (84.1%). For this reason, it is expected to keep the lifestyle by reducing excessive salt consumption, not consuming alcohol, and reducing coffee consumption

References

Casey, A., & Benson, H. (2006). Menurunkan Tekanan Darah.

Damayanti, N. M. A., Suardana, I. W., Manafe, N. O., & Putra, I. G. Y. (2019). Gambaran Gaya Hidup Pada Penderita Hipertensi di Puskesmas II Denpasar Barat. Jurnal Kesehatan Medika Udayana, 5(1), 26–40. http://ejurnal.akperkesdamudayana.ac.id/index.php/jmu/article/view/62

Hanafi, A. (2016). Gambaran Gaya Hidup Penderita Hipertensi Di Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang. Jurnal Kesehatan, 53(9), 1–155.

Indayani Sutri. (2016). Faktor Risiko Kejadian Hipertensi Di Wilayah Kabupaten Kaur Tahun 2016. Skripsi Program Studi Strata-1 Kesehatan Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dehasen Bengkulu, 9, 1–126.

Jayanti, I. G. A. N., Wiradnyani, N. K., & Ariyasa, I. G. (2017). Hubungan pola konsumsi minuman beralkohol terhadap kejadian hipertensi pada tenaga kerja pariwisata di Kelurahan Legian. Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition), 6(1), 65–70. https://doi.org/10.14710/jgi.6.1.65-70

Kartikasari, A. N. (2012). Faktor Risiko Hipertensi Pada Masyarakat di Desa Kabongan Kidul, Kabupaten Rembang. Faktor Risiko Hipertensi Pada Masyarakat Kabongan, 1–104.

Kementerian Kesehatan RI. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonseia Nomor 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan minimal Bidang Kesehatan. Peraturan Menteri Kesehatan Tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan, 1–139.

Lam Murni BR et.al. (2011). Perawatan Penderita Hipertensi di Rumah oleh Keluarga suku batak dan suku jawa di kelurahan LAU CIMBA KABANJAHE. Skripsi, 10.

Prawirohardjo, S. (2008). Kontrasepsi Hormonal. In Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Purwono, J., Sari, R., Ratnasari, A., & Budianto, A. (2020). Pola Konsumsi Garam Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia. Jurnal Wacana Kesehatan, 5(1), 531. https://doi.org/10.52822/jwk.v5i1.120

Pusparani, I. D. (2016). Gambaran Gaya Hidup pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Ciangsana Kecamatan Gunung putri Kabupaten Bogor. In Gambaran Gaya Hidup pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Ciangsana Kecamatan Gunung Putri Bogor.

Rina Andriani Harahap. (2017). Faktor Risiko Aktivitas Fisik, Merokok, dan Konsumsi Alkohol Terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Pattingalloang Kota Makassar. 6–7.

Rindayati, E. R. (2018). Analisis Faktor Risiko Kejadian Hipertensi Pada Penduduk Wanita Di Desa Siman. Skripsi. http://repository.stikes-bhm.ac.id/id/eprint/314

Riska Agustina, B. B. R., & Raharjo, B. B. (2015). Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Usia Produktif (25-54 Tahun). Unnes Journal of Public Health, 4(4), 146–158. https://doi.org/10.15294/ujph.v4i4.9690

Sauma, A. W. (2020). Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi Pada Lansia. Skripsi Program Studi Kesehatan Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati Tasikmalaya, 2(1), 1–73.

WHO. (2015). Diseases Hypertension. http://www.who.int/news-room/q-a-detail/noncommunicable-diseases-hypertension

Published

2021-12-28

How to Cite

kumalasari, pipin, Sattu, M., Tongko, M., Bidullah, R., Gunawan, N., & Syahrir, M. (2021). Pola Hidup Penderita Hipertensi di Desa Duata Karya Kecamatan Masama Tahun 2021: Lifestyle of people with hypertension in Duata Karya Village, Masama district in 2021. Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal, 12(2). https://doi.org/10.51888/phj.v12i2.81

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>